Image: Pixabay

Membersihkan Hati dan Jiwa dalam Islam Dapat Dilakukan dengan Beragam Cara Berikut!

Posted on
(Artikel terakhir diupdate pada: January 25, 2021)

Membersihkan Hati dan Jiwa Dalam Islam

Setiap manusia memiliki jiwa di dalam tubuhnya. Dan sama seperti tubuh kita yang membutuhkan makanan yang sehat dan bergizi untuk tetap hidup, jiwa kita pun membutuhkan asupan agar bisa selalu bersih dan murni setiap waktu agar dapat tetap bisa menjadi manusia seutuhnya dalam hidup ini.

Pembersihan jiwa dan pemurnian jiwa mirip dengan olah raga dan detoksifikasi tubuh. Setiap jiwa manusia seperti halnya jasmani, bisa kotor dan lusuh. Oleh karenanya kita perlu selalu menjaga kebersihan jiwa dan kesehatan rohani agar selalu tampil sebagai insan kamil, manusia yang sempurna.

Saat kita berusaha menjaga agar tubuh kita sehat, maka setiap pagi kita pun membersihkan tubuh dengan mandi, sarapan dan olahraga.

Tetapi ketika kita hendak membersihkan rohani dan memurnikan jiwa kita, maka kita pun perlu untuk mengisi jiwa kita dengan hal-hal yang membuatnya selalu bersinar sebagai asupannya. Jika tidak maka jiwa kita bisa kotor dan mati.

Kita perlu untuk selalu menjaga agar hati dan jiwa kita bersih, karena dengan demikian kita pun akan memiliki raga yang sehat. Kalau hati kita jiwa kita kotor, maka raga kita pun juga akan rusak. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَلَا إِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ, وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ؛ أَلَا وَهِيَ القَلْبُ

“Ingatlah sesungguhnya di dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik maka baik pula seluruh jasad, namun apabila segumpal daging itu rusak maka rusak pula seluruh jasad. Perhatikanlah, bahwa segumpal daging itu adalah hati!” (HR. Bukhari).

Tanda-tanda Jiwa yang Membutuhkan Pembersihan dan Pemurnian

Setiap Muslim perlu menyucikan jiwa mereka setiap hari. Sama seperti saat kita merawat tubuh kita setiap hari kita pun juga harus melakukan hal yang sama untuk jiwa.

Tetapi bagaimana kita bisa tahu saat kapan jiwa kita sangat membutuhkan pembersihan pemurnian?

Berikut ini merupakan beberapa tanda kalau jiwa kita itu kotor dan perlu mendapatkan pemurnian dan pembersihan:

  • Kita tidak merasakan penyesalan saat melakukan dosa
  • Kita merasa sulit untuk menjalankan shalat, apapun shalatnya
  • Kita mulain enggan menjaga atau memperhatikan ibadah wajib dan non-wajib
  • Kita merendahkan/mengejek orang yang mengajak kita untuk berbuat baik
  • Kita hampir tidak pernah membaca Alquran
  • Haram menjadi mudah kita lakukan dan halal menjadi sesuatu yang sulit
  • Kita melakukan ibadah untuk pamer
BACA JUGA:  Apakah Madu Bisa Mengobati Asam Lambung

Hal-hal di atas adalah beberapa tanda umum bahwa hati kita telah terkotori dan kita sangat perlu untuk membersihkan dan memurnikan jiwa kita.

Latihan Membersihkan Hati dan Jiwa Dengan Kegiatan Harian

Adapun langkah pertama untuk bisa membersihkan hati dan jiwa kita adalah dengan mengakui bahwa ada yang tak beres dengan hati dan jiwa kita.

Hendaknya kita mengakui dan mencoba untuk membuka diri bahwa hati kita itu memang kotor dan perlu untuk selalu dibersihkan.

Setelah itu, kita pun bisa melakukan beberapa tindakan berikut dalam kehidupan sehari-hari kita:

1. Tanamkan Niat yang Tulus

Tindakan kita dinilai berdasarkan niatnya dalam Islam, dan bagi kita, langkah pertama untuk bisa membersihkan hati dan memurnikan jiwa adalah dengan memurnikan niat.

Marilah kita tanyakan pada diri kita sendiri, bahwa setiap kali kita ingin melakukan sesuatu, mengapa kita ingin melakukan ini? Atas dasar apa kita mau melakukannya?

Setiap kali ketika kita ingin melakukan perbuatan baik, tanyakan pada diri kita sendiri, mengapa kita melakukannya, dan untuk siapa kita melakukannya.

Jika kita melakukan kebaikan karena ingin dipuji, ingin dilihat orang lain, ingin dibilang baik oleh orang lain, maka kita harus merubah niat itu karena hati kita sedang kotor. Kita harus menyadari dan buang jauh-jauh niat ingin dianggap baik oleh orang lain.

Lakukanlah segala tindakan dengan tulus untuk mengharapkan keridhaan Allah Ta’ala saja dan kita akan meraskan bahwa jiwa kita menjadi lebih ringan tanpa beban. Kita akan merasa lebih bahagia.

Meluruskan niat adalah cara awal membersikhan diri, hati dan jiwa. Hal ini akan bisa membantu kita dalam mengarahkan tindakan menuju keridhaan Allah (ta’ala) dan menghindari pamer dan penyakit lain yang membebani dan mengotori jiwa.

2. Sering Membaca Alquran

Pernahkah anda menyaksikan seseorang membaca Alquran hingga jatuh air matanya saat membaca Alquran itu? Saya dulu bertanya-tanya apa yang mereka baca yang membuat mereka begitu terbawa perasaannya, dan saya sering ingin mengetahui ayat yang dibaca itu untuk mempelajari apa yang dikatakan Allah Swt. yang mampu membuat orang dewasa menangis di depan umum.

Dulu aku berpikir bahwa orang yang menangis karena membaca al-Quran adalah karena dia paham isinya. Ternyata tidak, orang yang mampu menangis saat membaca al-Quran adalah lebih dari sekedar mengetahui isinya.

BACA JUGA:  Manfaat Madu Untuk Sariawan Pada Anak Maupun Orang Dewasa

Tetapi orang yang bisa menangsi saat membaca al-Quran adalah orang yang bersih hatinya dan selalu dekat dengan al-Quran dengan cara membaca dan mempelajari kandungannya.

Tak semua orang yang bisa berbahasa Arab menangis saat mendengar atau membaca al-Quran, karena al-Quran itu mampu menyentuh hati yang benar-benar bersih.

Dan al-Quran adalah kitab petunjuk yang mampu membersihkan hati kita dari segala keburukan dan kotoran. Bacalah al-Quran setiap hari. Bacalah tafsir Alquran dan dengarkan penjelasan ilmiah dari ayat-ayat tersebut jika memungkinkan.

Semakin jiwa kita rindu untuk terhubung dengan Alquran, maka semakin bersih dan semakin dimurnikanlah jiwa kita dari kotoran yang mengeras dalam hati.

3. Sedikitkan Bicara

Cara terbaik untuk membersihkan jiwa adalah dengan menyedikitkan bicara, karena terlalu banyak bicara bisa mendatangkan hal yang keliru yang bisa mengotori jiwa.

“Jangan terlalu banyak bicara tanpa mengingat Allah. Sungguh, berbicara berlebihan tanpa mengingat Allah akan mengeraskan hati. Dan memang, orang yang terjauh dari Allah adalah yang berhati keras. ” ( Jami at-Tirmidzi )

Salah satu penyebab mengapa kotoran bisa masuk dan berkumpul dalam jiwa kita adalah karena apa yang kita katakan. Semakin banyak kita berbicara, semakin tinggi pula kemungkinan kita untuk mengatakan hal-hal yang tidak pantas.

Tetapi ketika kita berhasil mengurangi ucapan, maka kita pun bisa membuat perkataan lebih berbobot dan lebih mengena. Sedikit berkata pun bisa membuat kesalahan kita semakin sedikit pula.

Manfaat dari sedikit berbicara yang besar adalah, kita bisa lebih memiliki waktu untuk merenung dan berpikir. Karena cara untuk membersihkan jiwa adalah dengan banyak merenung.

Nabi Saw. tidak pernah mengatakan apapun kecuali hal itu pasti mengandung hikmah yang besar dan bermanfaat. Dan hendaknya kita pun mencontoh Nabi dalam hal berkata-kata.

4. Merenung Lebih Banyak

Nabi Saw. pernah khalwat di gua Hira selama beberapa waktu sebelum diangkat menjadi Nabi. Pada saat itu Nabi banyak berdzikir dan merenung tentang kehidupan dan terutama masyarakat Jahiliyah. Pada salah satu kesempatan itulah malaikat Jibril kemudian menampakkan diri kepadanya dengan wahyu.

Jika ada satu hal yang mampu membantu kita untuk memurnikan jiwa secara baik, maka itu adalah duduk dalam kesendirian dan bermuhasabah diri.

BACA JUGA:  Doa Lengkap Memohon Perlindungan Kepada Allah Swt Arab Latin Terjemah Bahasa Indonesia

Duduklah sendiri pada dini hari, saat orang lain tidur nyenyak dalam istirahatnya. Pikirkanlah tentang kehidupan, tentang Allah, ciptaan-Nya, beragam nikmat Allah sehingga kita pun bisa lebih dekat kepada Allah Swt.

5. Perhatikanlah Ibadah Wajib dan Sunnah

Hal paling umum yang menjadi ciri-ciri hati telah kotor adalah seseorang itu mengabaikan ibadah wajib, apalagi sunnah.

Oleh karenanya, untuk membersihkan jiwa dan mendapatkan hati yang suc kembali, perhatikanlah kualitas ibadah wajib, juga ibadah sunnah sebagai ibadah tambahan.

Kadang orang menyalahkan syetan saat ia melakukan keburukan. Padahal itu sebenarnya termasuk salahnya sendiri mengapa ia bisa lalai dalam keburukan itu.

6. Mencari Pergaulan dan Teman Yang Baik

Obat yang manjur dalam hal membersihkan jiwa adalah pergaulan yang baik. Kita sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar kita. Jadi kalau kita salah dalam memilih teman maka kita pun akan terjerumus dalam kesalahan.

Beberapa Hal Lain Yang Bisa Dilakukan Untuk Membersihkan Jiwa

Selain beberapa hal di atas, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk bisa membersihkan jiwa kita. Seperti dengan berpuasa, bersedekah, bershalawat kepada Rasulullah Saw. dan melaksanakan shalat malam.

Adapun tanda hati kita mulai bersih adalah saat kita lebih mudah untuk menjalankan ibadah tanpa pamrih dan lebih mudah meluangkan waktu untuk membaca al-Quran.

Semoga amal yang kita laksanakan bisa diterima oleh Allah Swt. dan kita pun dimudahkan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Amin Ya Rabbalalamin.



Gravatar Image
Berbagi beragam informasi menarik dan bermanfaat tentang agama Islam yang semoga bisa menambah wawasan pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *