Image: alalamsyiria.com

Cara Makan atau Minum Habbatussauda Yang Benar Menurut Islam

Posted on
(Artikel terakhir diupdate pada: January 25, 2021)

Habbatussauda Obat Beragam Penyakit

Dalam Islam dikenal tanaman obat yang termasuk tanaman berkhasiat yang bisa menyembuhkan beragam penyakit.

Tanaman ini dikenal dengan Habbatussauda dalam bahasa Arab atau Jintan Hitam dalam bahasa Indonesia.

Jintan Hitam juga memiliki nama latin Nigella Sativa, yang mana tumbuhan ini banyak ditemui di daerah Timur Tengah.

Habbatussauda sudah dikenal sejak zaman dahulu sebagai jenis tanaman obat. Meskipun demikian, Habbatussauda pun juga bisa berfungsi sebagai bumbu.

Di Turki misalnya habbatussauda dijadikan topping untuk beberapa jenis makanan misalnya Simit.

Karena khasiatnya yang luar biasa, banyak masyarakat memilih untuk rutin meminum habbatussauda. Selain itu habbatussauda pun sangat efektif untuk digunakan sebagai makanan/minuman pencegah penyakit.

Keutamaan Habbatussauda Dalam Islam

Masyarakat Muslim dari dulu telah mengenal habbatussauda. Mereka telah menggunakannya sebagai obat secara turun temurun.

Habbatussauda pun memiliki keistimewaan berdasarkan hadis Rasulullah Saw. yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

فِي الحَبَّةِ السَّوْدَاءِ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ، إِلَّا السَّامَ» قَالَ ابْنُ شِهَابٍ: وَالسَّامُ المَوْتُ، وَالحَبَّةُ السَّوْدَاءُ: الشُّونِيزُ

“Pada Al-Habbatus Sauda’ itu syifaa’ (penawar) bagi segala penyakit, kecuali As-Saam.” HR. Bukhari

Ibn Syihab berkata bahwa “As-Saam adalah Al-Maut (mati).

Dengan adanya hadis ini, maka masyarakat muslim pun termotivasi untuk menjadikan habbatussauda sebagai salah satu tibbun nabawi atau pengobatan nabi.

Dan khasiat dari minum habbatussauda pun telah terbukti keampuhannya. Banyak orang yang membuktikan bahwa minum habbatussauda ternyata bisa membuat tubuh semakin bugar.

Cara Minum Habbatussauda Menurut Islam

Dalam Islam ada tatacara tertentu untuk melakukan sesuatu termasuk makan dan minum.

Begitu pula dalam hal minum habbatussauda, ada beberapa tatacara secara Islami yang bisa kita laksanakan demi mendapatkan keutamaan yang maksimal.

BACA JUGA:  Apakah Zaitun Bisa Tumbuh di Indonesia?

Habbatussauda pun sebenarnya bisa dikonsumsi dengan dimakan atau diminum. Jika anda membeli habbatussauda dalam bentuk biji langsung, maka anda bisa meminum dengan cara mengunyah dan memakannya lalu dibarengi dengan minum air.

Namun jika anda tidak suka dengan rasanya yang agak pahit dan menyengat, anda pun bisa meminum habbatussauda dalam bentuk kapsul yang bisa didapat di toko obat-obatan.

Dan berikut ini adalah cara minum habbatussauda yang benar dalam ajaran Islam.

1. Bacalah Niat Sebelum Minum Habbatussauda

Sebelum anda minum habbatussauda, hendaknya anda berniat terlebih dahulu habbatussauda yang masuk ke dalam tubuh bisa membuat tubuh merasakan manfaat yang maksimal.

Adapun niatnya adalah hendaknya saat minum habbatussauda itu kita memohon pertolongan kepada Allah Swt. secara tulus melalui wasilah habbatussauda.

Karena sejatinya hanya Allah-lah yang bisa menyembuhkan segala penyakit. Obat itu hanyalah wasilah. Maka niatkanlah minum habbatussauda dengan niat yang benar.

Juga berniatlah saat minum habbatussauda itu dengan niat untuk beribadah kepada Allah swt.

2. Bacalah doa Sebelum Minum Habbatussauda

Jangan lupa untuk memulai minum habbatussauda dengan membaca basmallah. Hal ini pun juga berlaku untuk kegiatan minum secara umum.

Dari Amr bin Abi Salamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai anakku, jika engkau hendak makan ucapkanlah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Thabrani)

3. Tidak bernafas dan meniup air minum Yang Digunakan Saat Minum Habbatussauda

Ketika meminun kapsul atau memakan bijinya secara langsung, maka air yang digunakan untuk minum habbatussauda itu hendaknya jangan ditiup.

Dalam suatu hadits dari Abu Qatadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian minum maka janganlah bernafas dalam wadah air minumnya.” (HR. Bukhari)

BACA JUGA:  Cara Mengusir Ular Dalam Islam

Dalam penelitian modern ternyata dibuktikan bahwa meniup air minum bisa menyebabkan air tersebut terkontaminasi penyakit.

4. Minum Habbatussauda dengan tangan kanan

Dalam Islam, kebaikan hendaknya selalu diiringi dengan kebaikan. Minum habbatussauda adalah kebaikan, makanya harus diikuti dengan kebaikan pula dalam hal cara minumnya.

Tangan kanan dalam Islam adalah digunakan untuk melakukan hal-hal baik. Begitu pula saat minum habbatussauda dan minuman apapun, kita harus menggunakan tangan kanan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah pula bersabda agar orang muslim makan dan minum menggunakan tangan kanannya.

5. Jangan minum langsung dari mulut teko/ceret

Saat minum kapsul habbatussauda, hendaknya jangan meminum air langsung dari mulut teko atau ceret. Hal ini adalah hal yang dilarang oleh Rasulullah Saw.

Dari Abu Hurairah, beliau berkata, “Rasulullah melarang minum langsung dari mulut qirbah (wadah air yang terbuat dari kulit) atau wadah air minum yang lainnya.” (HR Bukhari).

Berdasarkan pendapat para ulama, ada yang menyebutkan bahwa minum langsung dari mulut teko atau ceret hukumnya adalah haram.

Akan tetapi mayoritas ulama mengatakan hukumnya adalah makruh. Meksipun demikian hendaknya kita menuangkan minuman terlebih dahulu ke dalam gelas, kecuali dalam keadaan terpaksa.

6. Bersyukur Dan Tawakkal Kepada Allah

Setelah usai minum Habbatussauda, hendaknya kita bersyukur masih diberi kesempatan untuk hidup dan beribadah kepada Allah.

Selanjutnya hendaknya kita terus bertawakkal dan berharap agar Allah Swt. berkenan untuk mendatangkan kesehatan kepada kita dan menghilangkan segala penyakit yang ada dalam diri kita.

Dengan demikian kita pun insyaAllah akan mendapatkan manfaat yang besar dari minum habbatussauda itu. Amin ya Rabbalalamin.



Gravatar Image
Berbagi beragam informasi menarik dan bermanfaat tentang agama Islam yang semoga bisa menambah wawasan pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *