Image: Pixabay

Apakah Nabi Muhammad Saw. Disunat?

Posted on
(Artikel terakhir diupdate pada: January 27, 2021)

Sunat Atau Khitan Dalam Islam

Sebelum kita menjawab pertanyaan apakah nabi Muhammad Saw. itu disunat maka hendaknya kita mengetahui tentang perihal sunat atau khtitan dalam Islam. Dengan demikian kita pun bisa mengetahui lebih lanjut perihal sunat dalam ajaran Islam.

Khitan atau sunat dalam Islam merupakan suatu ajaran yang mana mengharuskan seseorang baik laki-laki maupun perempuan untuk memotong bagian tertentu dari kemaluan.

Bagi laki-laki, sunat itu hukumnya wajib menurut pendapat jumhur. Dan bagi laki-laki sunat dilakukan dengan cara memotong bagian kulit berlebih yang menutupi kepala penis.

Dalam tradisi umat Islam di Indonesia, sunat atau khitan diwajibkan bagi laki-laki dan biasanya sunat dilakukan pada saat anak laki-laki berumur remaja sekitar 10-13 tahun.

Berbeda dengan beberapa negara yang berpenduduk muslim lainnya, misalnya di Turki, sunat dilakukan pada saat anak berumur 2 tahun.

Apakah Nabi Muhammad Saw. Disunat?

Kita kembali kepada pertanyaan apakah nabi Muhammad Saw itu disunat atau dikhitan? Maka jawabannya adalah, Iya nabi Muhammad Saw itu disunat.

Hanya saja ada beberapa perbedaan pendapat mengenai kapan nabi Muhammad Saw disunat. Satu pendapat menyebutkan bahwa nabi Muhammad Saw dilahirkan dalam keadaan sudah disunat. Artinya nabi Muhammad dengan izin Allah telah disunat sejak beliau lahir ke dunia.

Namun pendapat lain menyebutkan bahwa nabi Muhammad Saw disunat oleh kakek beliau pada hari ketujuh. Itu artinya nabi Muhammad lahir dalam keadaan belum dikhitan dan setelah tujuh hari beliau baru dikhitan. Wallahua’lam.

Pentingnya Khitan atau Sunat

Syariat tentang sunat itu sangatlah penting untuk dilaksanakan bagi laki-laki muslim. Pasalnya menurut penelitian modern ternyata khitan atau sunat itu memiliki manfaat yang sangat besar sekali.

BACA JUGA:  Apa itu Mu'tazilah ? Siapakah Ulama' Yang Termasuk Madzhab Mu'tazilah? Apa saja Ajaran Mu'tazilah??

Salah satu manfaatnya adalah untuk kesehatan. Di mana bagian berlebih yang menutupi kemaluan itu banyak menyimpan bakteri yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Dengan menghilangkan bagian berlebih itu maka kelamin akan lebih terjaga dari bakteri sehingga tubuh pun lebih terjamin dalam hal kebersihan dan kesehatan. Wallahua’lam.

 



Gravatar Image
Berbagi beragam informasi menarik dan bermanfaat tentang agama Islam yang semoga bisa menambah wawasan pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *