Apakah kebab sehat? Apakah Kebab Termasuk Makanan Sehat?

Apakah kebab sehat? Siapa yang tak kenal dengan kebab? Makanan khas Turki ini telah dikenal di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Kebab dikenal sebagai makanan yang berisi daging bakar dibalut dengan roti dan diberi sayuran maupun bumbu tambahan. Cara memasaknya pun unik yaitu dengan cara dibakar dengan diputar.

Karena telah dikenal dimana-mana, kebab pun banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Dari sini pun ada yang bertanya, Apakah kebab sehat? Apakah Kebab Termasuk Makanan Sehat? Pada kesempatan kali ini dalamislam.info akan membasnya secara lebih rinci.

Apakah kebab sehat? Apakah Kebab Termasuk Makanan Sehat?

Ada banyak hal yang mempengaruhi tentang sehat tidaknya sebuah makanan. Di antaranya adalah kehigienisan makanan, kualitas bahan-bahan, cara memasak, cara menyimpan dan berbagai faktor lainnya. Adapun tentang kebab ini apakah termasuk makanan sehat atau tidak kita akan menimbangnya berdasarkan informasi dari beberapa pengamat kesehatan.

Secara umum, kebab yang dibuat dari daging, sayur dan dibungkus dengan roti mengandung beberapa nilai gizi. 1 Porsi (Sedang) Daging Gulung kebab mengandung kurang lebih 300,75 kalori, 19,69 Karbohidrat(g), 29,65 Protein(g), 46,57 lemak(g), 7,54 serat(g), 869,43 Sodium(mg), 429,36 potassium(mg) ), 69,80 Kalsium (mg), 140,79 Vitamin A (ui), 52,33 Vitamin C (mg), dan 27,48 zat Besi.

Dari kandungan nutrisi di atas, sebenarnya kebab termasuk makanan yang bisa memenuhi nutrisi tubuh yang dibutuhkan. Dalam hal ini bisa disimpulkan bahwa kebab termasuk makanan sehat yang bergizi apabila memang bahan-bahan yang digunakan termasuk bahan higienis dan sehat.

Selain itu, kebab termasuk makanan sehat jika dipilih dari bahan-bahan yang sehat, dimasak dengan higienis dan juga cara masaknya harus benar. Hal ini karena jika masaknya kurang benar, maka kebab itu malah bisa menjadikan penyakit bagi tubuh.

Kebab Sehat Jika Kematangannya Pas

Kebab termasuk makanan yang unik dalam cara masaknya karena dimasak dengan cara diputar dan tidak di atas api. Jadi jika orang yang memasaknya kurang ahli, bisa jadi kebab terlalu matang atau terlalu mentah dan keduanya ini bisa berbahaya bagi tubuh.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam asal Turki, dr. Mücahit Gür menekankan bahwa kebab yang dimasak terlalu matang bisa membawa risiko munculnya penyakit karsinogenik. Sebaliknya, jika kebab dimasak kurang matang atau bahkan masih mentah, maka hal itu bisa menyebabkan gangguan lambung dan usus, terutama diare.

Kebb tidak boleh dibakar di atas api langsung saat memasaknya. Pasalnya, zat berbahaya yang muncul saat daging terlalu matang bisa menimbulkan efek karsinogenik. Namun sebaliknya, jika dikonsumsi masih mentah, bakteri berbahaya dapat tetap berada di dalam daging dan menyebabkan gangguan lambung dan usus. Daging mentah sulit dicerna, terutama penderita gastritis dan refluks perlu lebih berhati-hati karena daging mentah memicu penyakit ini. Penting sekali untuk memasak daging dalam jumlah dan waktu yang tepat agar bisa mendapatkan kebab yang sehat.

Daging kebab Harus Disimpan Dengan Baik

Daging kebab setelah dibumbui dan ditusuk menjadi gulungan besar maka daging itu pun kemudin disimpan agar bumbunya meresap. Daging kebab yang dibuat dengan cara didiamkan dan tidak disimpan dalam kondisi yang sesuai dapat menyebabkan keracunan. Daging mentah dapat menyebabkan penyakit serius mulai dari diare hingga disentri, yang merupakan penyakit sistem pencernaan.

Oleh karenanya, untuk mengetahui apakah kebab itu sehat atau tidak maka kita harus tahu bahwa tempat kita membeli kebab terbukti ahli dalam membuatnya. Di Turki sendiri penjual kebab harus memiliki sertifikasi kesehatan untuk menjual kebabnya.

Originally posted on January 3, 2022 @ 3:17 pm

Info Dalam Islam

Berbagi beragam informasi menarik dan bermanfaat tentang agama Islam yang semoga bisa menambah wawasan pembaca.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *